Senin, 30 Juni 2025

Santri: Pilar Pembangunan Dan Perekat Persatuan Bangsa

Peran santri dalam sejarah dan pembangunan bangsa Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai ujung tombak pendidikan agama Islam, santri telah banyak memberikan kontribusi yang sangat signifikan, khususnya dalam bidang sosial keagamaan.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, santri berperan sebagai perekat persatuan. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan moderasi yang diajarkan di pesantren menjadi benteng kokoh dalam menghadapi tantangan disintegrasi.

Santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pemberdayaan masyarakat, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan.

Ramadhan, Negeri yang Puasa

 Bulan suci Ramadhan – bagi seluruh umat Islam – adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan. Tak heran jika seluruh masjid penuh dengan jamaah yang akan melakukan Shalat Tarawih.

Hal itu disebabkan pemahaman semua umat Islam bahwa salah satu keistimewaan yang ada pada bulan Ramadhan adalah terbukanya pintu Rahmat dan Ampunan dari Allah SWT.

Semua umat Islam berbondong-bondong melakukan berbagai amalan demi menambah pundi-pundi pahala. Tak hanya yang wajib. Ibadah Sunnah pun dilakukannya. Mulai dari Shalat Sunnah, Tadarrusan, hingga berbagi takjil kepada sesama.

Penyuluh Agama: Misi Damai dan Harmonis Dipusaran PILKADA

Tahun ini adalah tahunnya politik. Setelah diawal tahun memberikan hak demokrasi kita pada Pemilihan Umum. Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Pemilihan Legislatif dari Pusat hingga Daerah. Juga pemilihan Dewan Perwakilan Daerah. 

Dipertengahan menuju Akhir Tahun ini kita kembali dihadapkan pada kondisi yang sama yaitu Pemilihan Kepala Daerah Kab/Kota dan Provinsi – Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Belum dingin mesin-mesin partai politik pada pagelaran Pemilu kemarin. Kembali mesinnya bergemuruh menyambut hadirnya pemilihan kepala daerah serentak. Kepulan asap panas terasa hingga pelosok negeri. Saut saut suara para pendukung lalu lalang begitu nyaring dan terkadang memekakan telinga.

Pasya Gorontalo, Dalam Perspektif Islam

Beberapa hari terakhir, Jagat Maya diramaikan dengan kasus kontroversi antara seorang guru dan murid - yang juga sebagai ketua OSIS dan Yatim Piatu. 

Semua orang mengecam tindakan sang guru yang harusnya memberikan edukasi dan contoh yang baik malahan ia sendiri terlibat dalam aksi tidak senonoh tersebut. Semua sepakat bahwa tidak ada pembenaran kepada sang guru terlebih dia sudah memiliki istri.

Tidak sedikit pula yang memberikan simpati dan dukungan moril kepada si murid. Dimana seharusnya, dengan segala kepolosan dan keluguan serta kurangnya kasih sayang & perhatian orang tuanya karena meninggal, mendapatkan perlakukan yang baik malahan sebaliknya, mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan oleh gurunya sendiri.

Netizen Hiperbolis: Dari fakta hingga sebatas Viral

Fenomena “Viralkan saja dulu” menjadi habbit ditengah masyarakat sosialita. Hal itu disebabkan oleh dua hal. Pertama, wujud keresahan masyarakat terhadap respon pemerintah terhadap kondisi sosial yang terjadi. Kedua, kebutuhan akan engagement media sosial agar meningkatkan traffic. Sehingga, melahirkan para pengguna media sosial yang Hiperbolis. 

Media sosial merupakan salah satu wahana yang sangat diminati oleh seluruh lapisan masyarkat. Mulai kalangan masyarakat biasa hingga para elitis. Kegunaannya pun beragam. Mulai dari hanya sebatas media publikasi kehipuan sehari-hari, kegiatan kantor, jual-beli hingga edukasi.

Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidupnya melalui gawai. Ini juga salah satu fenomena yang cukup menarik dimana ada masyarakat yang berpenghasilan melalui media sosial.